Monday, September 24, 2018

Asian Games 2018 Bagian dari Perjalanan: Bertugas di Venue Aquatic

Assalamu'alaikum Wr. Wb sahabat semua,

Di artikel yang sebelumnya, aku sudah memaparkan pengalamanku bertugas ketika Opening Ceremony (bisa dibaca di sini). Bertugas di opening maupun closing ceremony bukanlah tugas utama yang harus kami jalani sebagai volunteer divisi venue, kami hanya diperbantukan selama ceremony berlangsung. Namun, setelah opening selesai, barulah kami masuk ke tugas kami yang sebenarnya. Di artikel yang sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tim kami ditempatkan pada cabang olahraga (cabor) Rugby yang pertandingannya hanya berlangsung selama 3 hari. Pertandingan Rugby pun baru dimulai pada hari-hari terakhir Asian Games yaitu dari tanggal 30 hingga 1 September. Alhamdulillah, leader kami mengabarkan bahwa sebelum pertandingan Rugby, kami ditempatkan di venue Aquatic terlebih dahulu. FYI aja, di venue Aquatic ada beberapa pertandingan yaitu Renang, Polo Air, dan Renang Indah. Tapi ada sedikit cerita sih, pada awalnya kami ditempatkan di venue Golf, namun ternyata dari pihak golf merasa tidak membutuhkan volunteer tambahan. Hmm, baiklah. Ada hikmahnya juga kami ditempatkan di venue Aquatic. Tidak terbayang kami harus berpanas-panas jika memang harus bertugas di venue Golf. Tapi bukan berarti kami menolak berpanas-panas ya jika memang harus bertugas di Golf, kami hanya berusaha mengambil hikmahnya saja. :D

Sebelumnya aku ingin menyampaikan dulu nih bahwa tanggung jawab seorang divisi venue ada tiga. Yang pertama operational yaitu apakah sistem operasional di dalam venue berjalan dengan baik seperti mic, speaker dan lain-lain. Lalu ushering, yang bertugas mengarahkan penonton ke bangku masing-masing dan bertugas di dalam venue. Yang terakhir adalah crowded management, dimana kami bertugas di luar venue dan bertugas ketika penonton masuk ke dalam venue. Namun pada kenyataannya kami lebih banyak ditugaskan untuk ushering dan crowded management.

Oke langsung saja. Kami bertugas di venue Aquatic langsung setelah Opening Ceremony dilaksanakan. Banyak kejadian yang kami alami baik suka maupun duka. Pada hari pertama, aku ditempatkan di pintu VVIP yang menghubungkan dengan tribun khusus VVIP dan harus memastikan bahwa tidak ada yang memasuki area tersebut selain VVIP (tamu VVIP itu yang menjabat sebagai kepala negara seperti presiden ataupun wakil presiden). Jujur aja ya, ga gampang jaga di pintu VVIP. Banyak yang ngeyel ngotot ingin melewati pintu VVIP, apalagi awalnya aku hanya berjaga sendirian. Akhirnya karna merasa kesulitan juga jaga pintu VVIP sendirian dan banyak yang lolos padahal tidak punya akses melalui pintu VVIP, ditambah lagi 1 orang volunteer untuk menjaga pintu tersebut. Selama berjaga, banyak sekali baik dari atlit maupun official yang bertanya apakah boleh masuk atau tidak. Hmm, mungkin sebaiknya memang di pintu tersebut ditempelkan keterangan bahwa pintu tersebut hanya dilalui oleh VVIP. 

Untuk hari-hari selanjutnya, aku tidak lagi ditempatkan di pintu VVIP. Beberapa kali ditempatkan di tribun, di lobby, di warming up, di gate tempat penonton keluar dari venue juga pernah. Mungin sebaiknya aku ceritakan pengalaman yang paling membekas aja ya. 

Sebagus-bagusnya atau bagaimanapun orang-orang memuji tentang suatu acara, tidak ada yang sempurna dan bebas dari cacat dan celah. Begitupun Asian Games 2018. Terkadang terjadi miskomunikasi yang berdampak pada penonton maupun atlit. Pernah ketika final pertandingan polo air, bayangkan yang namanya final pasti ramai oleh penonton terutama penonton Indonesia. Pada awal-awal open gate mungkin masih aman ya. Namun ketika pemukaan pertandingan, penonton masih banyak yang berdatangan, disinilah sempat terjadi sedikit kekacauan. Tribun 12 yang seharusnya menjadi tempat menonton polo air bagi penonton kemudian dipindahkan ke tribun yang ada di seberangnya karena mendapatkan info dari petugas yang berjaga di dalam bahwa bangku sudah penuh. Jarak antara kedua pintu untuk memasuki tribun tersebut juga sangat jauh. Kebetulan aku bertugas di luar tersebut, jadi harus percaya dengan petugas yang berjaga di dalam. Di tengah-tengah kekacauan, ada seorang bapak-bapak yang menggendong anak batita yang marah-marah karena merasa dipersulit dengan pindahnya tribun. Akhirnya aku mengantarkan bapak tersebut ke tribun, namun selama kami jalan menuju tribun, bapak tersebut masih saja emosi dan bahkan mengeluarkan kata-kata yang kurang enak di dengar. Ya aku hanya berusaha menempatkan diri bagaimana jika aku yang berada di posisi bapak tersebut, pasti kesal juga. Aku tidak mengantarkan bapak tersebut sampai tempat duduk karena sudah ada petugas, jadi aku tidak begitu tahu keadaan tribun seperti apa. Namun beberapa waktu kemudian ketika aku melihat keadaan tribun, terlihat bahwa tribun 12 yang katanya sudah penuh namun sebenarnya masih banyak bangku kosong. Wah, akupun bingung kenapa bisa terjadi miskomunikasi seperti ini. Pantas saja penonton merasa kecewa bahkan emosi. Kemudian pintu tribun 12 kembali dibuka. Jujur aku sendiripun bingung dengan miskomunikasi yang terjadi. 

Tidak hanya ketika final polo air, ketika final pertandingan swimming pun terjadi kekacauan. Aku yang pada saat itu berjaga di dalam venue menyaksikan langsung betapa hecticnya suasana pada saat itu. Banyak penonton yang tidak mendapatkan tempat duduk sehingga kami harus berlari-larian di tangga untuk mencarikan tempat. Ada juga ketika kami berhasil menemukan tempat duduk, penonton tersebut tidak ingin duduk disana karena posisinya sedikit di atas. Bahkan penonton tersebut berkata ingin duduk di tribun media yang kebetulan masih kosong jika tidak menemukan tempat tempat duduk yang dia inginkan. 

Tapi ada juga sih kejadian yang sedikit menggelitik rasanya. Teman-teman tau Sun Yang gak? Jadi Sun Yang ini salah satu atlit renang pria dari China yang berhasil menyumbangkan banyak emas bagi negaranya di ajang Asian Games ini. Oke lanjut, jadi di saat suasana sedang hectic dan aku sibuk bolak balik di tribun penonton, tiba-tiba ada mas-mas gemes manggil-manggil. Pas aku nengok, wah ada apa nih mas-mas manggil. Lalu dengan suara manjanya dia minta dianterin buat ketemu Sun Yang yang udah diidolakan banyak orang, kususnya perempuan. Yaaah kirain mau minta nomor saya mas.. Eh.. ;P

Nah foto di atas diambil ketika final pertandingan swimming. Mohon maaf saking malas ambil foto dan cuma ambil gambar di insta strory, jadi aku cuma bisa pakai foto yang ini. Di foto memang tidak terlihat hectic, tapi percayalah guys selama pertandingan swimming, malam final adalah malam yang paling melelahkan. :')

Tidak hanya pernah dimarahi penonton, dimarahi atlitpun pernah. Kebetulan aku dimarahi oleh atlit Jepang saat itu. Atlit tersebut merasa kesal karena peraturan yang berubah-ubah. Dari awal pintu warming up yang dia gunakan untuk keluar masuk ternyata tidak boleh lagi digunakan untuk pintu masuk, dan hanya digunakan sebagai pintu keluar saja. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan di dalam venue, karena setiap atlit dan ofisial yang masuk ke dalam venue harus melakukan scan ID card, dimana scan ID hanya bisa di lakukan di pintu lobby tempat mereka masuk. Tapi apapun yang terjadi, peraturan tetaplah peraturan. Kami di sini sebagai volunteer pun berusaha memberikan pelayanan terbaik, namun kami juga disini hanyalah menjalankan tugas. Walaupun banyak yang merasa tidak senang, kami tetap berusaha tegas namun tetap sopan dalam menjelaskan agar tidak terjadi salah paham.

Yah, kejadian tidak mengenakkan memang paling teringat. Namun bukan berarti tidak ada kejadian yang menyenangkan. Kebersamaan dengan teman-teman volunteer dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dalam kesuksesan terselenggaranya Asian Games 2018 adalah pengalaman yang tidak bisa tergantikan oleh apapun. 
Foto bersama tim venue Rugby di depan venue Aquatic
Wah, cukup panjang ya guys artikel kali ini. Aku takut temen-temen semua bosen, jadi untuk kelanjutan cerita selanjutnya tunggu aja ya. Akan dirilis segera. Thank you semua!!

 ~ASIAN GAMES 2018: ENERGY OF ASIA~


4 comments:

  1. ceceee, kamu ngeblog jugaaa? yuk follow-follow an kitaaa ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya giiiii 😅

      Udah aku follow ya. Keep on writing ya gii

      Delete
    2. yok ikut komunitas ceee biar bisa sharing link blog hihi

      Delete
    3. Aku udah jarang ngeblog sih sekarang giii. Wkwk

      Delete